Prinsip Sekolah Impian


Keseimbangan Dunia & Akhirat


Pendidikan harus digelar dengan semangat keseimbangan antara orientasi duniawi dan ukhrowi. Sejak awal para santri harus dituntun untuk menyadari pentingnya dua dimensi masa depan manusia yaitu ; masa depan di dunia dan masa depan di akhirat.

Al-quran Adalah Prioritas Utama


Pendidikan harus memberikan doktrin dan argumentasi untuk meyakinkan santri bahwa semua Ilmu itu tunduk kepada Al-Quran. Bahwa Al-Quran dan Sunnah Nabi Saw harus diamalkan dalam setiap urusan, termasuk urusan mencari uang harta.

Makna Al-Quran Adalah Prioritas Utama


Pendidikan harus dijalankan dengan pemahaman bahwa ; Al-Quran itu terdiri dari lafaz dan makna. Pendidikan Qurani harus digelar dengan terlebih dahulu memberikan pemahaman kepada santri bahwa “yang merubah manusia secara signifikan adalah makna Al- Quran.” Oleh karenanya porsi mentadaburi dan merelevansikan ayat Al-Quran dan Hadits dengan realitas harus menjadi prioritas utama. Aktifitas hafalan tak boleh dilepaskan atau dipisahkan dengan pemahaman ini.

Niat, Kebersihan Hati, Dan Ikhtiar Maksimal Adalah Syarat Kesuksesan


Pendidik harus memberikan pemahaman bahwa kesuksesan yang hakiki hanya bisa di raih melalui niat yang benar lillahi Taala, kualitas hati bersih, dan ikhtiar yang maksimal.

Memahami Manfaat & Mudhorot Dari Teknologi


Pendidik harus memberikan pemahaman yang komprehensif kepada santri tentang Teknologi baik manfaat dan mudhorotnya dan betapa pentingnya membawa dan mewarnai teknologi dengan nilai-nilai Islam. Tujuannya ; “Mengislamkan teknologi.” yakni hanya menggunakan teknologi untuk kebaikan dan hanya demi melahirkan manfaat.

Liquid Curriculum


Sekolah Impian menganut System Liquid Curriculum atau Kurikulum Cair, yaitu tersedianya berbagai cara belajar dengan target belajar yang berbeda-beda. Dengan strategi ini maka santri dengan kemampuan belajar yang tinggi memiliki jalurnya sendiri dengan materi yang lebih banyak dan dengan timeline yang lebih cepat, sedangkan santri yang masih harus bersabar tertatih dengan Al-Quran dan IT diberikan jalurnya tersendiri pula. 

Dengan strategi ini, kekhususan santri dapat diakomodir dan dapat dimaksimalkan sehingga dominasi gaya belajarnya dapat dimanfaatkan dan kecenderungannya dalam bidang tertentu dapat diperdalam serta bakatnya yang tersembunyi dapat di eksplorasi lebih baik. 

Cara belajar dengan target belajar yang berbeda-beda ini dikemas dalam “Paket Lesson Plan” (PLP), ini seperti kanal-kanal untuk sekelompok santri dengan karakter dan keadaan tertentu. Masing - masing PLP memiliki cara pengajaran, timeline, dan kelebihan yg berbeda satu sama lain.Sampai dokumen ini dibuat sudah terdapat beberapa PLP yang informasi secara rinci dapat dilihat di Buku terpisah yang diberi judul PLP Sekolah Impian.

Sekolah Payung


Sekolah Payung adalah strategi Sekolah Impian untuk mendapatkan Ijazah Nasional. Ini ditempuh dengan bekerjasama dengan sekolah-sekolah dengan kurikulum nasional yang mendukung misi dakwah dari Sekolah Impian. Orangtua dan atau Walisantri diharap mencermati dua point berikut ; (1) Sekolah Payung terhubung dengan Sekolah Impian, maka apabila ada santri yang keluar dari Sekolah Impian, maka otomatis juga keluar dari Sekolah Payung. (2) Santri Sekolah Impian diperkenankan keluar/pindah dari Sekolah Impian hanya ketika kelas 1 dan 2 (SMP atau SMA) saja, sebab keluar di kelas 3 (SMP dan SMA) tidak diperkenankan oleh sekolah payung.

Terdapat 2 Kategori Penilaian , Nilai Progres Belajar (NPB) & Nilai Hasil Belajar (NHB).


Nilai Hasil Belajar (NHB) adalah nilai pencapaian kompetensi. Nilai Hasil Belajar (NHB) adalah nilai yang didapat santri dalam Pengetahuan (knowledge), Pemahaman (understanding), Kemampuan (skill), Mindset (paradigma value), Sikap (attitude), dan Minat (interest) nya terhadap satu bidang mata pelajaran.
 
Sekolah Impian berpendapat atau setuju dengan banyak ilmuwan di pendidikan bahwa menilai siswa hanya dengan Nilai Kompetensi merupakan penilaian yang tidak menyeluruh. maka Sekolah Impian melahirkan istilah baru yaitu penilaian Progres Belajar.Sedangkan Nilai Progres Belajar (NPB) adalah nilai dari besar kecilnya perubahan (progres) yang dilakukan/yang dicapai oleh seorang santri/siswa. besaran/banyaknya progres ini dapat dilihat di Liquid Curriculum Table (LCT) agar mudah memahaminya kami sampaikan contoh berikut :

Ananda Rio selama tiga tahun masa belajar menempuh 6 item konsentrasi, yaitu ; RBQ1, RBQ2, Tahfizhul Quran PLP3, PLP Bahasa Arab, IT DKV, dan ODT. maka NPB nya 6.

Sedangkan Ananda Bintang selama tiga tahun masa belajar menempuh 3 item konsentrasi, yaitu ; Tahfizhul Quran PLP5, PLP Bahasa Arab, Program Sanad, maka NPB nya 3. 

Maka setiap santri/siswa memiliki dua nilai. dalam contoh diatas Ananda Rio di akhir masa belajarnya memiliki NHB 6, dan NPB 6. Sedangkan Bintang memiliki memiliki NHB 8, dan NPB 3. Rio memiliki kepandaian dibawah bintang namun memiliki perubahan yang besar dari sisi progres (nilainya 6). sedangkan ananda Bintang memang anak yang pandai sehingga nilai kompetensinya tinggi (8), namun memiliki progres yang lamban (hanya 3). 

Nilai Progres Belajar (NPB) ini akan diimplementasi di tahun ajaran 2020-2021 ini.